Kamis, 11 Oktober 2012

Menggunakan Talenta Yang Diberikan Tuhan

Ayat Hafalan: Roma 12:6a
"Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita"

Cerita:
Suatu hari, sekitar seabad yang lalu, seorang anak bernama Jean duduk di samping ayahnya sembari mereka menikmati matahari terbenam ke dalam gelombang laut. Keagungan pemandangan itu menggugah antusiasme kekanak-kanakannya dan ia pun mencurahkan isi hatinya dalam sukacita yang amat sangat. Ayahnya, dengan penuh takjub melepas topinya dan berkata kepada anaknya itu, "Anakku, itulah Tuhan." Bocah itu tak pernah melupakan kata-kata itu, "Itulah, Tuhan".

Jean dilahirkan dalam keluarga yang miskin, jadi ia harus bekerja di ladang, bersusah payah untuk dapat makan. Pada hari Minggu, keluarga itu tidak bekerja dan pergi ke gereja di desa itu, ayahnya adalah pemimpin paduan suara di gereja itu. Setelah ibadah, teman-teman dan keluarga besar mereka kadang-kadang datang ke rumah untuk menghabiskan siang itu dengan keluarga ini.

Suatu hari Minggu, segera setelah mereka pulang dari gereja, seorang penduduk desa yang sudah tua dan bungkuk berjalan melintasi mereka. Ada sesuatu pada orang tua itu yang menarik perhatian Jean. Ia segera mengambil arang lalu dengan cepat menggambar sketsa orang tersebut di dinding. Jean dapat menangkap peristiwa dan sosok orang tua itu dalam sketsanya, sehingga membuat orang-orang tertawa -- tapi tidak ayahnya. Ayahnya dapat merasakan bakat yang dimiliki oleh anaknya itu, ia memerhatikan bakat Jean yang semakin berkembang. "Jean, anakku," katanya, "Ayah tidak akan menghentikanmu lagi untuk mempelajari apa yang sangat ingin kau pelajari."

Jean Francis Millet, nama lengkap bocah itu, menjadi seorang seniman di kalangan kaum petani. Ia tidak pernah memegahkan dirinya dalam hal lain. Karakternya lebih tinggi dari apa pun yang dimilikinya. Ia memiliki iman yang teguh kepada Allah dan ia percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah. Ia memakai kepiawaiannya menggunakan kuas untuk mengkhotbahkan kemurnian dan kebenaran yang ia percayai.

"The Angelus" ("Sang Malaikat") adalah judul dari lukisannya yang terkenal. Dalam lukisan itu, ia menggambarkan dua orang pekerja yang sedang bekerja di ladang kentang, seorang pria dan wanita, samar-samar mendengar bunyi Lonceng Angelus yang memanggil mereka untuk berdoa. Kedua orang itu berhenti bekerja, berdiri tegak, dan menundukkan kepala mereka sambil menyembah Allah. Lukisan itu adalah gambaran yang indah mengenai ketaatan dan penyembahan kepada Allah.

Aktivitas Anak: Bermain Peran

Pelajaran ini dapat digunakan untuk mengajar tentang perumpamaan talenta yang ada di Matius 25:13-28. Anak-anak dapat diminta untuk memainkan peran yang ada dalam kisah ini. Setelah aktivitas ini, diskusikanlah dengan anak-anak bahwa Allah menginginkan kita untuk menggunakan talenta kita dan tidak menjadi orang yang malas. Tanyakanlah kepada anak-anak tentang talenta atau bakat yang mereka miliki, yang diberikan Tuhan kepada mereka. Tanyalah kepada mereka, bagaimana mereka akan menggunakan talenta itu untuk melayani Tuhan dan sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar